POTENSI BUAH ALPUKAT DI DESA PURWOKERTO KIAN TERKENAL DI KALANGAN LUAS

Kabupaten Pati, Jawa tengah merupakan salah satu daerah yang berada di daerah pegunungan Kendeng dimana kondisi topografi serta morfologinya tersebut didominasi dengan pegunungan kapur yang membujur di sebelah selatan meliputi daerah yaitu wilayah Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong dan Pucakwangi. Kabupaten Pati yang merupakan Kabupaten dengan luas wilayah 1.503.680 Ha. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat  adalah bekerja sebagai petani. Salah satu wilayah kecamatan Kayen misalnya yaitu di Desa  Purwokerto merupakan desa yang terletak di daerah Pegunungan Kendeng dimana masyarakat memiliki kegiatan bertani. Dengan kondisi lahan pertanian yang subur dan luas penduduk Desa Purwokerto di tinggal disekitar daerah Pegunungan Kendeng kegiatan pertanian yang dilakukan yaitu menggarap sawah dan juga tegalan. Kondisi tanah yang cukup subur sehingga petani memanfaatkan lahan pertanian dengan melakukan kegiatan lain yaitu dibidang holtikultura termasuk buah-buahan yaitu sebagai penghasil buah alpukat.

Berdasarkan hasil pengamatan, sekitar beberapa tahun terakhir selain dengan melakukan kegiatan pertanian di sawah dan tegalan, masyarakat di Desa Purwokerto ini gemar menanam pohon alpukat. Alpukat merupakan tanaman yang mampu hidup di daerah tropis maupun sub tropis. Hal tersebut yang menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di Desa Purwokerto, Kayen Pati untuk mengembangkan budidaya tanaman alpukat. Tanaman alpukat saat ini menjadi salah satu komoditas tanaman dalam sektor perkebunan yang mampu meningkatkan nilai ekonomis tinggi. Alpukat merupakan tanaman dengan pohon berkayu yang dapat tumbuh menahun. Dengan memiliki masa panen yang kurang dari enam bulan membuat tanaman alpukat ini menjadi salah satu komoditi perkebunan. Buah alpukat memiliki banyak kandungan senyawa yang baik bagi tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor dan kandungan vitaminnya antara lain B1.

Dalam kegiatan budidaya tanaman alpukat masyarakat di Desa Purwokerto teknik penanaman yang dilakukan yaitu dengan cara membuat lubang galian dengan kedalaman 60-80 cm dengan ukuran rata-rata lubang sebesar 1 x 1 m. Kemudian untuk jarak setiap pohon yaitu berkisar antara 5-6 m. Hasil wawancara dengan petani teknik perawatan yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyemprotan pada setiap pohon alpukat agar tidak terserang hama penyakit menggunakan alat semprot beserta obatnya yaitu fungisida dan gandasil. Selain itu perlu juga dilakukan pemupukan yang dilakukan sebanyak 1-2 kali dalam setahun. Berdasarkan hasil pengamatan, teknik pemanenan alpukat pada budidaya tanaman alpukat tersebut tergantung dari kondisi bibit dan juga kesuburan tanah kemudian untuk hasilnya panennya juga tergantung dari besar kecilnya pohon.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan